animasi

as salam

Jejalan sambil follow...tq sume.. =)

pelawat yang dihormati

Sabtu, 23 Oktober 2010

LIRIK LAGU


CINTA MELANKOLIA - ANN

Tiada terfikir
Terlintas
Engkau akan tiba
Membawa perangsang

Tiada terfikir
Terlintas
Engkaukan membuka
Sempadan perasaan

Bunga kembang bertali hati
Bunga kembang di kemuncak akli (2x)

Duri
Penjajahan cinta mu
Ke atas bumi raga ku
Duri
Penjajahan cinta mu
Di bawah awan setuju
Adalah suatu pengalaman

Tiada terfikir
Terlintas
Engkau akan tiba
Membawa harapan

Tiada terfikir
Terlintas
Engkaukan membuka
Sempadan perasaan

Bunga kembang bertali hati
Bunga kembang di kemuncak akli (2x)

Duri
Penjajahan cinta mu
Ke atas bumi raga ku
Duri
Penjajahan cinta mu
Di bawah awan setuju
Adalah suatu pengalaman
Adalah suatu pengalaman

Tiada terfikir
Terlintas
Engkau akan tiba
Membawa harapan

Engkaulah yang kini mekar
Dalam diri ku yang melankolia
Akulah simpang tersasar
Karam janji ku yang melankolia ( 2x )

DARI SINAR MATA - BPR

Keunggulan cinta dari sinar mata
Yang bergelora
Hati ditaman berbunga
Satu impian satu harapan
Sudah pasti ada sebaliknya
Satu rahsia

Engkau di mataku adalah cahaya
Perjalanan ku
Terang menyuluh segala
Yang tersembunyi
Lama kucari
Sudah pasti ada jawapannya
Kemungkinan itu

Datang hampir senja sedang aku
Merangkak dan kehausan cinta itu
Kau hulur tangan mu
Membawa ku ke atas semula
Berdoalah aku kesyukuran
Tercantum cinta jadi satu
Biar ku tebus segalanya
Agar di teman cinta yang suci itu ( 2x )

Keunggulan cinta dari sinar mata
Yang bergelora
Hati ditaman berbunga
Satu impian satu harapan
Sudah pasti ada sebaliknya
Satu rahsia

Engkau di mataku adalah cahaya
Perjalanan ku
Terang menyuluh segala
Yang tersembunyi
Lama kucari
Sudah pasti ada jawapannya
Kemungkinan itu
BUNGA ANGKASA - TERRA ROSSA

Indah sinar sang suria
Merdu irama sang bayu
Tiada seindah wajahmu
Tiada semerdu suara mu

Lembut bayu membelai
Merdu burung berlagu
Tiada selembut belaianmu
Tiada semerdu kau berlagu

Keindahan wajahmu jadi sumber ilhamku
Suara mu yang merdu menghiburkan hatiku

Bertambah cahaya hidupku
Kau janji bersumpah setia
Walaupun ribut melanda kan bersama

Selagi masih ada sinaran mentari
Selagi ada getar di jiwaku
Kan ku korban jiwa raga
Demi cinta untukmu bunga angkasa
SUCI DALAM DEBU - IKLIM

Engkau bagai air yang jernih
Di dalam bekas yang berdebu
Zahirnya kotoran itu terlihat
Kesucian terlinding jua

Cinta bukan hanya di mata
Cinta hadir di dalam jiwa
Biarlah salah di mata mereka
Biar perbezaan terlihat antara kita

Kuharapkan kau kan terima
Walau dipandang hina
Namun hakikat cinta kita
Kita yang rasa

Suatu hari nanti
Pastikan bercahaya
Pintu akan terbuka
Kita langkah bersama

Di situ kita lihat
Bersinarlah hakikat
Debu jadi permata
Hina jadi mulia

Bukan khayalan yang aku berikan
Tapi keyakinan yang nyata
Kerana cinta lautan berapi
Pasti akan kurenang jua


KAU SATU SATUNYA - UKAYS

Oh... siapalah diri aku ini
Tanpamu.. dunia ku pasti tak berseri
Dan hidup tak menjadi

Kau bagiku... satu-satunya
Padamulah ku meminta, ke bermanja
Ku rindui, ku kasihi
Di hatiku kau abadi

Dengan sinaran kasihmu
Kian terancang dihidupku
Tiada lagi keraguan
Kau bagiku kekuatan
Mana jua ku berada
Ditemani cahaya cinta
Sejak dirimu ku dekati
Diri ku ini ku kenali
Hanya engkaulah sesungguhnya
Tiada dua

Di cermin kaca ku memandang
Diri ku serba kekurangan
Namun bagimu bukan itu jadi ukuran
Melengkapi hidup kita
Bukan harta, bukan nama, bukan rupa

( ulang dari 1 )

Kau... bagi diriku satu-satunya
Ku meminta, ke bermanja
Ku rindui, ku kasihi
Di hatiku kau abadi...


BILA DIRI DISAYANGI - UKAYS

Terdengar bisikan mesra 
Kalimah keramat bermentara 
Bermulanya siang berakhir malam ku 
Tak akan ku jemu menyebut namamu 

Tiada batasan waktu 
Tiada tempat mu tertentu 
Di gunung di lembah, di darat, di air 
Siapa pun hamba, keikhlasan doa, keagungan 
Kasih merubah takdir 

Bila ku sedari diri disayangi 
Langkah kaki ini semakin berani 
Bila terkeliru ku ucap namamu, terasa diriku 
Kembali dipandu 

Engkau yang pertama, tiada akhirnya 
Aku dalam kegelapan engkaulah cahaya 
Izinkahlah aku menumpang di sini 
Di bawah naungan kasih dan sayang mu 
Ku berserah diri 
SALAM SEJAHTERA - SAMUDERA

Tiada secantik bahasa mu
Ku gubah lalu menjadi lagu
Tidak setanding paras
Wajahmu itu menjadi rindu

Andainya bulan retak seribu
Bayangmu ada dimana-mana
Jika kaca berderai
Luka tertusuk
Seluruh jiwa
Kita pun diibaratkan
Kasih suci yang bahagia
Aku turut merasakan
Mahligai yang
Jadi nyata... bersamamu

Pertama dan kaulah segalanya
Riwayat yang menghikayat cinta
Kasih jangan biarkan
Kata yang nista
Membakar kita

Kata janji bukan ukuran
Hanya sejati dalam diri
Kuburkan aku dihatimu
Demi cinta sebelum mati
Sejauh manapun terpisah
Kau dihatiku dan ku sama
Dalam tidur dalam terjaga
Ku ucapkan salam sejahtera

TETAP BERTAHAN - WALI

Tak pernah ku sangka Tak pernah ku duga
Kita kan berjumpa Dan telah bersama
Disiang malam aku Memikirkan kamu
Siang malam kamu Terfikirkan aku
Kita menyatu…

Jangan marah bila ku tak datang bila
Ku tak pulang bukan ku tak sayang
Kumohon kau jangan marah karena
Akan datang waktu ku tak pulang waktu
Ku tak datang.

Kini tiba saatnya kupergi
Kumohon jangan tangisi walau perih
Suatu saat nanti untukmu disini
Ku akan kembali…

Cobalah tetap bertahan Untukku
Dan coba terus bertahan menantiku
Sampai hari nanti sampai ku kembali

Jangan marah bila ku tak datang bila
Ku tak pulang bukan ku tak sayang
Kumohon kau jangan marah karena
Akan datang waktu ku tak pulang waktu
Ku tak datang.

Kini tiba saatnya kupergi
Kumohon jangan tangisi walau perih
Suatu saat nanti untukmu disini
Ku akan kembali…

Cobalah tetap bertahan
Dan coba terus bertahan
Sampai hari nanti sampai ku kembali


KEMBALI SENYUM – IZWAN PILUS

Pantas kau diam membisu
Ada garis sendu di wajahmu
Salahkah sekadar aku bertanya
Berikan jawapan

Kuatkah ikatan cinta
Apa mungkin kasih mu setia
Tak ku duga airmata berlinang
Luka perasaanmu sayang

Sengaja hatimu ingin ku duga
Tak terlintas fikiran mencuriga cinta
Ku tahu seputih dingin salju
Itu warna cintamu

Kekasih usah merasa ragu dan sangsi
Kekasih cintaku takkan terbelah bagi
Keringkanlah airmata di pipi mu sayang
Kembali senyum

(Repeat all 2X)

Kekasih usah merasa ragu dan sangsi
Kekasih cintaku takkan terbelah bagi
Keringkanlah airmata di pipi mu sayang
Kembali senyum

Dan maafkanku..

KEKASIH AWAL DAN AKHIR - JAMAL ABDILLAH

Malam menanti siang
Siang menanti malam
Bagai berkurun lamanya
Masa memisahkan kita
Hingga terlupa
Pada paras lupa

Malam mencari mimpi
Siang mencari erti
Tersingkap seribu makna
Terucap seribu kata
Terlepaslah... rahsia

( korus )
Sekian lama terpisah
Akhirnya bertemu
Mengenang dosa
Mengenang rindu
Dan ternyatalah
Cintaku yang satu...
oh oh...

Kau kekasih awal dan akhir
Kau kekasih zahir dan batin
Setelah ku sedari
Cintamu yang abadi

Takku harap takku peduli
Walau bulan jatuh kebumi
Dan hadir bidadari
Tak kumimpikan lagi

Kerana kau lebih mengerti

( ulang korus hingga akhir)

Kerana kau lebih mengerti


TITIAN HASRAT - UKAYS

Kita bagai merpati,
Yang sering beriringan,
Menuju ke syurgawi pelangi,
Kita mengumpul hasrat,
Tiada henti-hentinya,
Mencari persinggahan,
Bina istana,

*
Namun ku tak berdaya membina cinta,
Syurgawi yang dicari dilanda gelita,
Gugurlah harapanku bersama hujan,
Bagai ada sesuatu cinta terhalang,
Dimanakah kau sayang di mana,
Jika hilang ku nanti kembali,
Andai duka dimana khabarmu,
Jika bahgia,apalah ertinya,
Ku menunggu...dan menunggu

Ulang*

Titian hasrat cinta,antara kita,
Lebur dipersinggahan


 MAHLIGAI SYAHDU - HATTAN

Kita Bertemu Kali Ini Untuk Apa
adakah Hanya Menambahkan Lagi Sengsara
luka Yang Lama Belum Dapat Aku Sembuh
masih Berdarah Mengeruhkan Warna Hidupku

namun Jika Kau Datang Ini
untuk Mengilapkan Cermin Kasih
pastiku Sambutmu Dengan Mesra
mungkin Jua Akukan Terlupa
peristiwa Pahit Mencengkam Jiwa
tak Ingin Aku Ke Sana

bersama Kasih Kita Leburkan Rantai
yang Membebankan Hidup Kita Selama Ini
katakanlah Rindumu
aku Sentiasa Menunggu
di Pintu Gerbang Mahligai Syahdu
GERIMIS – VISA

Rindu... semakin berakar umbi
Yang kurasai
Saat kau pergi

Hujan... bagai mengundang nestapa
Titis airnya
Bersama deru tangisanmu...

Buat kali pertama
Ku melihat (oh) airmatanya
Sejakku kenali dia
Sepinya kurasa
Disaat berduka
Inikah noktahnya
Pertemuan kita

Andai
Begitu suratan takdir
Usah lagi kita mungkir
Bersyukur pada rahmatNya

Kasih
Berpegang pada hakikat
Waktu yang bakal menjawab
Siapa yang benar

Pasti... aku kan tetap menanti
Ku dibayangi
Seribu mimpi

Hujan... menghilang dengan langkahnya
Ku merindui
Dalam gerimis
Yang menghiris... 


RAMALANKU BENAR BELAKA -UMBRELLA

Hingga ke saat ini
Berbagai persoalan
Tak henti melanda
Buntu... ku memikirkannya

Kau memilih diri ku
Di atas dasar apa
Apakah kerna cinta
Atau... pelepas sepi cuma

Seumpama... dedaunan...
Yang telah gugur bertaburan
Membiarkan... ranting dimamah usang

Apakah semua itu
Akan terjadi pada ku
Andainya benar
Maka tepatlah apa yang diramalkan

Waktu bersama mu
Banyak benar kenangan yang kita ciptakan... bersama
Dan satu darinya... engkau bersyahdu
Bahawa aku takkan kehilangan mu
Susah payah kita... semai benih cinta
Merempuh dugaan akhirnya kau tinggalkan
Susah payah kita... semai benih cinta
Merempuh dugaan... akhirnya kau tinggalkan
Sia-sialah ku bina istana cinta
Andai insan lain... dihati mu... bertakhta
Hingga ke saat ini... ku masih terkenangkan
Saat-saat yang indah... nyata kesudahan aku parah
BIDADARI – LELA

Kenangan silam aku dan dirimu
Berdua sesama bermadu
Saling berjanji sehidup semati
Hakikat di dunia ini

Segala yang dikata
Harus di kota
Ibarat adam dan juga hawa
Alangkah indah
Sewaktu bercinta
Tiada senjata
Yang dapat menghalang kita

Kau umpama bidadari
Suci bagai embun pagi
Tapi aku belum pasti
Apakah cintamu itu suci

Kau hadir membawa erti
Penawar di kala sepi
Sehangat dian yang menyinari
Bersama cintamu abadi
CINTAMU MEKAR DI HATI – MAY

kau umpama bunga yang mekar di hati ku 
ku harap kau mekarlah selama-lamanya 
kau umpama bintang menyinari hidup ku 
ku harap kau terus bersinar 

ketika kau perlukan aku 
sentiasa aku ada di sisimu 
ketika ku rindu padamu 
terasa cinta semakin dalam 

sayang kasih ku abadi 
cinta mu mekar di hati ini 
kau dalam ingatan 
di sepanjang hayat ku 
demi teguhnya cinta selama-lamanya 

ketika kau perlukan aku 
sentiasa aku ada di sisimu 
ketika ku rindu padamu 
terasa cinta semakin dalam 

sayang kasih ku abadi 
cintamu mekar di hati ini 
kau dalam ingatan 
di sepanjang hayatku 
demi teguhnya cinta selama-lama.. 

kau umpama bunga yang mekar di hati ku 
kuharap kau mekarlah selama-lamanya 
kau umpama bintang menyinari hidupku 
ku harap kau terus bersinar 


TIKA DAN WAKTU - MEGA

Tidak kutahu mengapakah
Sepinya melanda hatiku
Dan bukannya kemahuanku
Datangnya sendiri

Tidak kutahu mengapakah
Pilunya dipinggir hatiku
Dan kucuba untuk mengusir
Tapi tak berdaya

Lalu terbuka gerbang hatiku
Menyambut rindu datang bertemu
Aku gelisah

Kini rinduku menjemput cinta
Yang ditakdirkan denganmu sayang
Bukan pintaku atau mahumu
Semuanya suratanNya

Tapi mengapakah kau sekadar waktu
Cinta yang datang cepat berlalu
Pergimu sayang bersama cinta
Tercalar pedih di dalam dada
Aku tersiksa

Aku terdiam kaku menahan
Bisanya menikam kalbuku
Separuh nyawa ku pandang wajah
Di depan kaca

Tutup kembali gerbang hatiku
Tidak bermaya langkah kakiku
Di saat ini

Tidak kusangka jadi begini
Terpisah jua kita akhirnya
Aku sendiri tidak mengerti
Sungguh pilu di hatiku

Untuk melepaskanmu demi kerana
Ku masih sayang, sayang padamu
Terbangkit resah di dalam kalbu
Terhimpun rindu (sayang)
(Luka cintaku) 

SAYANG - MENARA

Sayang
Secebis kenangan
Cinta yang mencengkam dada
Sayang ianya berakhir
Dengan titisan air mata


Bara yang menyentuh rasa
Bahangnya masih terasa
Sayang yang kuimpikan
Kini ditelan debu sepi

Betapa hancurnya hatiku ini
Ketika kau melangkah pergi
Terasa aku hanyalah umpama
Segenggam garam di lautan
Yang tiada harga
Yang begitu hina diri


Sayang secebis kenangan
Cinta yang mencengkam dada
Sayang ianya berakhir
Dengan titisan airmata


KENANGAN BERSAMAMU - NASH

Kasihku... usah dikau pergi
Kau tinggalkan diriku sendiri
Ke mana harusku cari ganti
Senyuman yang semanismu

Kini kau tiada lagi di sisiku
Ku kehilangan tempat bermanja
Kau pergi tanpa kerelaanku
Hatiku luka, hampa dan kecewa

Hanya kenangan terukir di dada
Bersemadi dalam sanubariku
Jiwa membara memendam rasa
Tersemai seribu pengertian hidupku
TERINGIN - SHIMA

Sesekali ku rasa teringin
Melewati hatimu yang dingin
Mendengar keluh resah
Semenjak kau kehilanganku

Tiap kali ku cuba hampiri
Makin deras degup jantung ini
Diranjang kian sepi
Ku sendiri...

Sesungguhnya tewas menghadapi
Malah ku akui sepi menghantui
Paling tidak berilah peluang
Ku berterus terang

1
Adakala ku rasa teringin
Bermesra denganmu bagai waktu dulu
Tapi bilakah semua ini
Akan jadi pasti bukan lagi mimpi
Kasihani diriku...

Ku wanita dengan airmata
Bukan untuk meminta simpati
Sekadar melepaskan
Rasa hati....

( ulang dari 1 )

Ku mengharapkan...
Jendela hati...
Terbuka lagi...
Oh.. oh.. oh...


ABADIKAN SALAM – CRASH

Sementah sekali, 
Halimun mendaki 
Sang bulan kau di sana..... 
Kabusan menjelma, 
Dipanas mentari 
Semerah dalam istana syurga 

Sebebas dari belenggu dunia 
Yang penuh dengan kepalsuan 
Jauh ku lontar kan jua 
Ntah ke mana........ 

Secebis kurasa, 
Sedingin suara 
Sang putri kau di mana..... 
Entahkah entah benar 
Khayalan ku ini 
Semerah dalam bintang benderang 

Dan berkelipan langit 
Abadikan salam 
Yang kembalikan benar 
Harusku genggam hingga akhir 
Dari jauh ku lontarkan jua 
Ntah ke mana...... 

Kempaku sayang merahsia parimu 
Cahaya yang ku damba 
Selintas sekali semakin malap 
Dipanah mencari 
Semerah darah nista 

Dan bebas dari belenggu dunia 
Yang penuh dengan kepalsuan 
Jauh ku lontar kan jua 
Ntah ke menara langit 
Abadikan salam 
Yang kembalikan benar 
Harusku genggam hingga akhirnya......

PELAMIN ANGANKU MUSNAH – AZIE

Masih lagi tidak terlewat
Untuk aku ucap tahniah
Di atas kehadirannya
Menggantikan aku

Pastinya oh hidupmu
Akan lebih bermakna
Dan aku usah kau kenang
Walau kita pernah berkasihan

Maafkan diriku ini
Kerna tidak hadirkan diri
Di sewaktu hari
Persandinganmu

Adakah kau ingin lihat
Air mata ini berguguran
Puaslah hatimu kini
Memainkan perasaanku selama ini 

Masihkah dengan janjimu
Apapun jadi akulah pilihanmu
Engkau sanggup hapusi cinta yang lalu
Ku angankan pelamin indah untuk kita berdua singgah
Sayangnya... Semua musnah

Kau buat malamku jadi gerhana
Dan hidupku tiada maknanya
Hanya bernyawa namun tak bermaya

Terkadang aku merasa menyesal
Kerna telah sehabis daya
Aku cinta dirimu kasih
Akhirnya aku sendiri
Tersisih...

Bisa sungguh luka ini
Walau tak berdarah 
SERIBU BANYANGAN – DAMASUTRA

Kau masih menduga sehingga kini
Andai ku bersenda dengan teka teki
Seribu bayangan aku gambarkan
Masih lagi kau tak mengerti
Sedalamnya lautan tingginya bulan
Bisa disentuh dengan pengetahuan
Sepahitnya henpedu bisa ditelan
Jika itulah penawarnya
Inikan pula perasaan
Yang lahir dari jiwa
Dan kita sama sama merasa
Denyut kasihnya
Bukan sengaja aku merahsiakan cinta
Tapi curiga kau kan tersalah sangka
Kerana kita rasa bangga bila dipuja
Dan rasa keji bila dihina
Kerna kita menolak segala bencana
Dan asyik bergembira dengan nikmatnya
Sedangkan semua ini adalah takdirNya
Dan kita harus bersyukur sentiasa
Bukannya teka teki gurauan hati
Sekadar melindung kasih yang tersembunyi
Bukan mudah mencari kasih abadi
Dalam terang ia sembunyi

ALASANMU – EXIS

khlasnya hati 
Sering kali disalah erti 
Tulusnya budi 
Tidak pernah engkau hargai 
Berlalu pergi dengan 
Kelukaan ini 
Ku mengalah... ku bersabar
Bertentang mata seolah-olah tiada apa 
Berpaling muka ada saja yang tidak kena 
Mencari sebab serta alasan yang kukuh 
Supaya tercapai hajatmu
Manis dibibir memutar kata 
Malah kau tuduh akulah segala penyebabnya 
Siapa terlna pastinya terpukau 
Pujukmu, rayumu, suaramu 
Yang menagih simpati dan harapan
Engkau pastinya tersenyum  
Dengan pengunduran diriku
Tetapi bagi ku pula 
Suatu ketenangan
Andai kita terus bersama 
Belum tentu kita bahagia 
Selagi tidak kau ubah 
Cara hidupmu
Ada rahmatnya 
Bila tidak lagi bersama 
Terasa jauh 
Diriku ini dengan dosa
Ku tinggalkanmu walau tanpa kerelaan 
Yang nyata kau tidak berubah...
Katalah apa yang kau ingin 
Selagi kau dapat berkata 
Memang begitu sikapmu 
Semenjak dahulu

MASIH AKU TERASA – GERSANG

Sejenak aku dikejutkan
Bersama ombak cinta luka
Perpisahan melanda kita
Hanya kerna peristiwa itu

Kiranya takdir mengizinkan
Inginku kembali padamu
Meneruskan cinta yang lalu
Kerana kau yang aku sayangi

( korus )
Akan kusimpan kenangan cinta kita
Yang tak akan terpadam selamanya
Kehangatan cintamu masih aku terasa
Seperti baru semalam kita berpisah

Tangisan sedu di hatiku
Menahan kepedihan ini
Sendiri aku mengenangkanmu 
Hanya engkau yang aku sayangi

Akan kusimpan kenangan cinta kita
Yang tak akan terpadam selamanya
Kehangatan cintamu masih aku terasa
Seperti baru semalam kita berpisah 
SURATAN TAKDIR – GERSANG

Kesukaran melafazkan
Pengucapan perpisahan
Kepada yang tercinta

Tapi terpaksa ku lakukan
Keranaku tidak mahu
Terus berpura-pura

Usahlah ku disalahkan
Terjadinya perpisahan ini
Itu suratan takdir

Tak terlintas di hati ini
Untuk aku jatuh cinta lagi
Tapi takdir yang menentukan

Memang pernah ku berjanji
Kau yang pertama dan terakhir
Tetapi aku memungkiri

Tidak dapat ku terima
Dua cinta di dalam hati
Maafkanlah ku sayang












Tiada ulasan:

Catat Ulasan