CINTA MELANKOLIA - ANN Tiada terfikir Terlintas Engkau akan tiba Membawa perangsang Tiada terfikir Terlintas Engkaukan membuka Sempadan perasaan Bunga kembang bertali hati Bunga kembang di kemuncak akli (2x) Duri Penjajahan cinta mu Ke atas bumi raga ku Duri Penjajahan cinta mu Di bawah awan setuju Adalah suatu pengalaman Tiada terfikir Terlintas Engkau akan tiba Membawa harapan Tiada terfikir Terlintas Engkaukan membuka Sempadan perasaan Bunga kembang bertali hati Bunga kembang di kemuncak akli (2x) Duri Penjajahan cinta mu Ke atas bumi raga ku Duri Penjajahan cinta mu Di bawah awan setuju Adalah suatu pengalaman Adalah suatu pengalaman Tiada terfikir Terlintas Engkau akan tiba Membawa harapan Engkaulah yang kini mekar Dalam diri ku yang melankolia Akulah simpang tersasar Karam janji ku yang melankolia ( 2x ) | DARI SINAR MATA - BPR Keunggulan cinta dari sinar mata Yang bergelora Hati ditaman berbunga Satu impian satu harapan Sudah pasti ada sebaliknya Satu rahsia Engkau di mataku adalah cahaya Perjalanan ku Terang menyuluh segala Yang tersembunyi Lama kucari Sudah pasti ada jawapannya Kemungkinan itu Datang hampir senja sedang aku Merangkak dan kehausan cinta itu Kau hulur tangan mu Membawa ku ke atas semula Berdoalah aku kesyukuran Tercantum cinta jadi satu Biar ku tebus segalanya Agar di teman cinta yang suci itu ( 2x ) Keunggulan cinta dari sinar mata Yang bergelora Hati ditaman berbunga Satu impian satu harapan Sudah pasti ada sebaliknya Satu rahsia Engkau di mataku adalah cahaya Perjalanan ku Terang menyuluh segala Yang tersembunyi Lama kucari Sudah pasti ada jawapannya Kemungkinan itu |
BUNGA ANGKASA - TERRA ROSSA Indah sinar sang suria Merdu irama sang bayu Tiada seindah wajahmu Tiada semerdu suara mu Lembut bayu membelai Merdu burung berlagu Tiada selembut belaianmu Tiada semerdu kau berlagu Keindahan wajahmu jadi sumber ilhamku Suara mu yang merdu menghiburkan hatiku Bertambah cahaya hidupku Kau janji bersumpah setia Walaupun ribut melanda kan bersama Selagi masih ada sinaran mentari Selagi ada getar di jiwaku Kan ku korban jiwa raga Demi cinta untukmu bunga angkasa | SUCI DALAM DEBU - IKLIM Engkau bagai air yang jernih Di dalam bekas yang berdebu Zahirnya kotoran itu terlihat Kesucian terlinding jua Cinta bukan hanya di mata Cinta hadir di dalam jiwa Biarlah salah di mata mereka Biar perbezaan terlihat antara kita Kuharapkan kau kan terima Walau dipandang hina Namun hakikat cinta kita Kita yang rasa Suatu hari nanti Pastikan bercahaya Pintu akan terbuka Kita langkah bersama Di situ kita lihat Bersinarlah hakikat Debu jadi permata Hina jadi mulia Bukan khayalan yang aku berikan Tapi keyakinan yang nyata Kerana cinta lautan berapi Pasti akan kurenang jua |
KAU SATU SATUNYA - UKAYS Oh... siapalah diri aku ini Tanpamu.. dunia ku pasti tak berseri Dan hidup tak menjadi Kau bagiku... satu-satunya Padamulah ku meminta, ke bermanja Ku rindui, ku kasihi Di hatiku kau abadi Dengan sinaran kasihmu Kian terancang dihidupku Tiada lagi keraguan Kau bagiku kekuatan Mana jua ku berada Ditemani cahaya cinta Sejak dirimu ku dekati Diri ku ini ku kenali Hanya engkaulah sesungguhnya Tiada dua Di cermin kaca ku memandang Diri ku serba kekurangan Namun bagimu bukan itu jadi ukuran Melengkapi hidup kita Bukan harta, bukan nama, bukan rupa ( ulang dari 1 ) Kau... bagi diriku satu-satunya Ku meminta, ke bermanja Ku rindui, ku kasihi Di hatiku kau abadi... | BILA DIRI DISAYANGI - UKAYS Terdengar bisikan mesra Kalimah keramat bermentara Bermulanya siang berakhir malam ku Tak akan ku jemu menyebut namamu Tiada batasan waktu Tiada tempat mu tertentu Di gunung di lembah, di darat, di air Siapa pun hamba, keikhlasan doa, keagungan Kasih merubah takdir Bila ku sedari diri disayangi Langkah kaki ini semakin berani Bila terkeliru ku ucap namamu, terasa diriku Kembali dipandu Engkau yang pertama, tiada akhirnya Aku dalam kegelapan engkaulah cahaya Izinkahlah aku menumpang di sini Di bawah naungan kasih dan sayang mu Ku berserah diri |
SALAM SEJAHTERA - SAMUDERA Tiada secantik bahasa mu Ku gubah lalu menjadi lagu Tidak setanding paras Wajahmu itu menjadi rindu Andainya bulan retak seribu Bayangmu ada dimana-mana Jika kaca berderai Luka tertusuk Seluruh jiwa Kita pun diibaratkan Kasih suci yang bahagia Aku turut merasakan Mahligai yang Jadi nyata... bersamamu Pertama dan kaulah segalanya Riwayat yang menghikayat cinta Kasih jangan biarkan Kata yang nista Membakar kita Kata janji bukan ukuran Hanya sejati dalam diri Kuburkan aku dihatimu Demi cinta sebelum mati Sejauh manapun terpisah Kau dihatiku dan ku sama Dalam tidur dalam terjaga Ku ucapkan salam sejahtera | TETAP BERTAHAN - WALI Tak pernah ku sangka Tak pernah ku duga Kita kan berjumpa Dan telah bersama Disiang malam aku Memikirkan kamu Siang malam kamu Terfikirkan aku Kita menyatu… Jangan marah bila ku tak datang bila Ku tak pulang bukan ku tak sayang Kumohon kau jangan marah karena Akan datang waktu ku tak pulang waktu Ku tak datang. Kini tiba saatnya kupergi Kumohon jangan tangisi walau perih Suatu saat nanti untukmu disini Ku akan kembali… Cobalah tetap bertahan Untukku Dan coba terus bertahan menantiku Sampai hari nanti sampai ku kembali Jangan marah bila ku tak datang bila Ku tak pulang bukan ku tak sayang Kumohon kau jangan marah karena Akan datang waktu ku tak pulang waktu Ku tak datang. Kini tiba saatnya kupergi Kumohon jangan tangisi walau perih Suatu saat nanti untukmu disini Ku akan kembali… Cobalah tetap bertahan Dan coba terus bertahan Sampai hari nanti sampai ku kembali |
KEMBALI SENYUM – IZWAN PILUS Pantas kau diam membisu Ada garis sendu di wajahmu Salahkah sekadar aku bertanya Berikan jawapan Kuatkah ikatan cinta Apa mungkin kasih mu setia Tak ku duga airmata berlinang Luka perasaanmu sayang Sengaja hatimu ingin ku duga Tak terlintas fikiran mencuriga cinta Ku tahu seputih dingin salju Itu warna cintamu Kekasih usah merasa ragu dan sangsi Kekasih cintaku takkan terbelah bagi Keringkanlah airmata di pipi mu sayang Kembali senyum (Repeat all 2X) Kekasih usah merasa ragu dan sangsi Kekasih cintaku takkan terbelah bagi Keringkanlah airmata di pipi mu sayang Kembali senyum Dan maafkanku.. | KEKASIH AWAL DAN AKHIR - JAMAL ABDILLAH Malam menanti siang Siang menanti malam Bagai berkurun lamanya Masa memisahkan kita Hingga terlupa Pada paras lupa Malam mencari mimpi Siang mencari erti Tersingkap seribu makna Terucap seribu kata Terlepaslah... rahsia ( korus ) Sekian lama terpisah Akhirnya bertemu Mengenang dosa Mengenang rindu Dan ternyatalah Cintaku yang satu... oh oh... Kau kekasih awal dan akhir Kau kekasih zahir dan batin Setelah ku sedari Cintamu yang abadi Takku harap takku peduli Walau bulan jatuh kebumi Dan hadir bidadari Tak kumimpikan lagi Kerana kau lebih mengerti ( ulang korus hingga akhir) Kerana kau lebih mengerti |
TITIAN HASRAT - UKAYS Kita bagai merpati, Yang sering beriringan, Menuju ke syurgawi pelangi, Kita mengumpul hasrat, Tiada henti-hentinya, Mencari persinggahan, Bina istana, * Namun ku tak berdaya membina cinta, Syurgawi yang dicari dilanda gelita, Gugurlah harapanku bersama hujan, Bagai ada sesuatu cinta terhalang, Dimanakah kau sayang di mana, Jika hilang ku nanti kembali, Andai duka dimana khabarmu, Jika bahgia,apalah ertinya, Ku menunggu...dan menunggu Ulang* Titian hasrat cinta,antara kita, Lebur dipersinggahan | MAHLIGAI SYAHDU - HATTAN Kita Bertemu Kali Ini Untuk Apa adakah Hanya Menambahkan Lagi Sengsara luka Yang Lama Belum Dapat Aku Sembuh masih Berdarah Mengeruhkan Warna Hidupku namun Jika Kau Datang Ini untuk Mengilapkan Cermin Kasih pastiku Sambutmu Dengan Mesra mungkin Jua Akukan Terlupa peristiwa Pahit Mencengkam Jiwa tak Ingin Aku Ke Sana bersama Kasih Kita Leburkan Rantai yang Membebankan Hidup Kita Selama Ini katakanlah Rindumu aku Sentiasa Menunggu di Pintu Gerbang Mahligai Syahdu |
GERIMIS – VISA Rindu... semakin berakar umbi Yang kurasai Saat kau pergi Hujan... bagai mengundang nestapa Titis airnya Bersama deru tangisanmu... Buat kali pertama Ku melihat (oh) airmatanya Sejakku kenali dia Sepinya kurasa Disaat berduka Inikah noktahnya Pertemuan kita Andai Begitu suratan takdir Usah lagi kita mungkir Bersyukur pada rahmatNya Kasih Berpegang pada hakikat Waktu yang bakal menjawab Siapa yang benar Pasti... aku kan tetap menanti Ku dibayangi Seribu mimpi Hujan... menghilang dengan langkahnya Ku merindui Dalam gerimis Yang menghiris... | RAMALANKU BENAR BELAKA -UMBRELLA Hingga ke saat ini Berbagai persoalan Tak henti melanda Buntu... ku memikirkannya Kau memilih diri ku Di atas dasar apa Apakah kerna cinta Atau... pelepas sepi cuma Seumpama... dedaunan... Yang telah gugur bertaburan Membiarkan... ranting dimamah usang Apakah semua itu Akan terjadi pada ku Andainya benar Maka tepatlah apa yang diramalkan Waktu bersama mu Banyak benar kenangan yang kita ciptakan... bersama Dan satu darinya... engkau bersyahdu Bahawa aku takkan kehilangan mu Susah payah kita... semai benih cinta Merempuh dugaan akhirnya kau tinggalkan Susah payah kita... semai benih cinta Merempuh dugaan... akhirnya kau tinggalkan Sia-sialah ku bina istana cinta Andai insan lain... dihati mu... bertakhta Hingga ke saat ini... ku masih terkenangkan Saat-saat yang indah... nyata kesudahan aku parah |
BIDADARI – LELA Kenangan silam aku dan dirimu Berdua sesama bermadu Saling berjanji sehidup semati Hakikat di dunia ini Segala yang dikata Harus di kota Ibarat adam dan juga hawa Alangkah indah Sewaktu bercinta Tiada senjata Yang dapat menghalang kita Kau umpama bidadari Suci bagai embun pagi Tapi aku belum pasti Apakah cintamu itu suci Kau hadir membawa erti Penawar di kala sepi Sehangat dian yang menyinari Bersama cintamu abadi | CINTAMU MEKAR DI HATI – MAY kau umpama bunga yang mekar di hati ku ku harap kau mekarlah selama-lamanya kau umpama bintang menyinari hidup ku ku harap kau terus bersinar ketika kau perlukan aku sentiasa aku ada di sisimu ketika ku rindu padamu terasa cinta semakin dalam sayang kasih ku abadi cinta mu mekar di hati ini kau dalam ingatan di sepanjang hayat ku demi teguhnya cinta selama-lamanya ketika kau perlukan aku sentiasa aku ada di sisimu ketika ku rindu padamu terasa cinta semakin dalam sayang kasih ku abadi cintamu mekar di hati ini kau dalam ingatan di sepanjang hayatku demi teguhnya cinta selama-lama.. kau umpama bunga yang mekar di hati ku kuharap kau mekarlah selama-lamanya kau umpama bintang menyinari hidupku ku harap kau terus bersinar |
TIKA DAN WAKTU - MEGA Tidak kutahu mengapakah Sepinya melanda hatiku Dan bukannya kemahuanku Datangnya sendiri Tidak kutahu mengapakah Pilunya dipinggir hatiku Dan kucuba untuk mengusir Tapi tak berdaya Lalu terbuka gerbang hatiku Menyambut rindu datang bertemu Aku gelisah Kini rinduku menjemput cinta Yang ditakdirkan denganmu sayang Bukan pintaku atau mahumu Semuanya suratanNya Tapi mengapakah kau sekadar waktu Cinta yang datang cepat berlalu Pergimu sayang bersama cinta Tercalar pedih di dalam dada Aku tersiksa Aku terdiam kaku menahan Bisanya menikam kalbuku Separuh nyawa ku pandang wajah Di depan kaca Tutup kembali gerbang hatiku Tidak bermaya langkah kakiku Di saat ini Tidak kusangka jadi begini Terpisah jua kita akhirnya Aku sendiri tidak mengerti Sungguh pilu di hatiku Untuk melepaskanmu demi kerana Ku masih sayang, sayang padamu Terbangkit resah di dalam kalbu Terhimpun rindu (sayang) (Luka cintaku) | SAYANG - MENARA Sayang Secebis kenangan Cinta yang mencengkam dada Sayang ianya berakhir Dengan titisan air mata Bara yang menyentuh rasa Bahangnya masih terasa Sayang yang kuimpikan Kini ditelan debu sepi Betapa hancurnya hatiku ini Ketika kau melangkah pergi Terasa aku hanyalah umpama Segenggam garam di lautan Yang tiada harga Yang begitu hina diri Sayang secebis kenangan Cinta yang mencengkam dada Sayang ianya berakhir Dengan titisan airmata |
KENANGAN BERSAMAMU - NASH Kasihku... usah dikau pergi Kau tinggalkan diriku sendiri Ke mana harusku cari ganti Senyuman yang semanismu Kini kau tiada lagi di sisiku Ku kehilangan tempat bermanja Kau pergi tanpa kerelaanku Hatiku luka, hampa dan kecewa Hanya kenangan terukir di dada Bersemadi dalam sanubariku Jiwa membara memendam rasa Tersemai seribu pengertian hidupku | TERINGIN - SHIMA Sesekali ku rasa teringin Melewati hatimu yang dingin Mendengar keluh resah Semenjak kau kehilanganku Tiap kali ku cuba hampiri Makin deras degup jantung ini Diranjang kian sepi Ku sendiri... Sesungguhnya tewas menghadapi Malah ku akui sepi menghantui Paling tidak berilah peluang Ku berterus terang 1 Adakala ku rasa teringin Bermesra denganmu bagai waktu dulu Tapi bilakah semua ini Akan jadi pasti bukan lagi mimpi Kasihani diriku... Ku wanita dengan airmata Bukan untuk meminta simpati Sekadar melepaskan Rasa hati.... ( ulang dari 1 ) Ku mengharapkan... Jendela hati... Terbuka lagi... Oh.. oh.. oh... |
ABADIKAN SALAM – CRASH Sementah sekali, Halimun mendaki Sang bulan kau di sana..... Kabusan menjelma, Dipanas mentari Semerah dalam istana syurga Sebebas dari belenggu dunia Yang penuh dengan kepalsuan Jauh ku lontar kan jua Ntah ke mana........ Secebis kurasa, Sedingin suara Sang putri kau di mana..... Entahkah entah benar Khayalan ku ini Semerah dalam bintang benderang Dan berkelipan langit Abadikan salam Yang kembalikan benar Harusku genggam hingga akhir Dari jauh ku lontarkan jua Ntah ke mana...... Kempaku sayang merahsia parimu Cahaya yang ku damba Selintas sekali semakin malap Dipanah mencari Semerah darah nista Dan bebas dari belenggu dunia Yang penuh dengan kepalsuan Jauh ku lontar kan jua Ntah ke menara langit Abadikan salam Yang kembalikan benar Harusku genggam hingga akhirnya...... | PELAMIN ANGANKU MUSNAH – AZIE Masih lagi tidak terlewat Untuk aku ucap tahniah Di atas kehadirannya Menggantikan aku Pastinya oh hidupmu Akan lebih bermakna Dan aku usah kau kenang Walau kita pernah berkasihan Maafkan diriku ini Kerna tidak hadirkan diri Di sewaktu hari Persandinganmu Adakah kau ingin lihat Air mata ini berguguran Puaslah hatimu kini Memainkan perasaanku selama ini Masihkah dengan janjimu Apapun jadi akulah pilihanmu Engkau sanggup hapusi cinta yang lalu Ku angankan pelamin indah untuk kita berdua singgah Sayangnya... Semua musnah Kau buat malamku jadi gerhana Dan hidupku tiada maknanya Hanya bernyawa namun tak bermaya Terkadang aku merasa menyesal Kerna telah sehabis daya Aku cinta dirimu kasih Akhirnya aku sendiri Tersisih... Bisa sungguh luka ini Walau tak berdarah |
SERIBU BANYANGAN – DAMASUTRA Kau masih menduga sehingga kini Andai ku bersenda dengan teka teki Seribu bayangan aku gambarkan Masih lagi kau tak mengerti Sedalamnya lautan tingginya bulan Bisa disentuh dengan pengetahuan Sepahitnya henpedu bisa ditelan Jika itulah penawarnya Inikan pula perasaan Yang lahir dari jiwa Dan kita sama sama merasa Denyut kasihnya Bukan sengaja aku merahsiakan cinta Tapi curiga kau kan tersalah sangka Kerana kita rasa bangga bila dipuja Dan rasa keji bila dihina Kerna kita menolak segala bencana Dan asyik bergembira dengan nikmatnya Sedangkan semua ini adalah takdirNya Dan kita harus bersyukur sentiasa Bukannya teka teki gurauan hati Sekadar melindung kasih yang tersembunyi Bukan mudah mencari kasih abadi Dalam terang ia sembunyi | ALASANMU – EXIS khlasnya hati Sering kali disalah erti Tulusnya budi Tidak pernah engkau hargai Berlalu pergi dengan Kelukaan ini Ku mengalah... ku bersabar Bertentang mata seolah-olah tiada apa Berpaling muka ada saja yang tidak kena Mencari sebab serta alasan yang kukuh Supaya tercapai hajatmu Manis dibibir memutar kata Malah kau tuduh akulah segala penyebabnya Siapa terlna pastinya terpukau Pujukmu, rayumu, suaramu Yang menagih simpati dan harapan Engkau pastinya tersenyum Dengan pengunduran diriku Tetapi bagi ku pula Suatu ketenangan Andai kita terus bersama Belum tentu kita bahagia Selagi tidak kau ubah Cara hidupmu Ada rahmatnya Bila tidak lagi bersama Terasa jauh Diriku ini dengan dosa Ku tinggalkanmu walau tanpa kerelaan Yang nyata kau tidak berubah... Katalah apa yang kau ingin Selagi kau dapat berkata Memang begitu sikapmu Semenjak dahulu |
MASIH AKU TERASA – GERSANG Sejenak aku dikejutkan Bersama ombak cinta luka Perpisahan melanda kita Hanya kerna peristiwa itu Kiranya takdir mengizinkan Inginku kembali padamu Meneruskan cinta yang lalu Kerana kau yang aku sayangi ( korus ) Akan kusimpan kenangan cinta kita Yang tak akan terpadam selamanya Kehangatan cintamu masih aku terasa Seperti baru semalam kita berpisah Tangisan sedu di hatiku Menahan kepedihan ini Sendiri aku mengenangkanmu Hanya engkau yang aku sayangi Akan kusimpan kenangan cinta kita Yang tak akan terpadam selamanya Kehangatan cintamu masih aku terasa Seperti baru semalam kita berpisah | SURATAN TAKDIR – GERSANG Kesukaran melafazkan Pengucapan perpisahan Kepada yang tercinta Tapi terpaksa ku lakukan Keranaku tidak mahu Terus berpura-pura Usahlah ku disalahkan Terjadinya perpisahan ini Itu suratan takdir Tak terlintas di hati ini Untuk aku jatuh cinta lagi Tapi takdir yang menentukan Memang pernah ku berjanji Kau yang pertama dan terakhir Tetapi aku memungkiri Tidak dapat ku terima Dua cinta di dalam hati Maafkanlah ku sayang |
Tiada ulasan:
Catat Ulasan